BAB
I. PENDAHULUAN
1.1.
LATAR BELAKANG
Kehilangan gigi dapat disebabkan oleh kecelakaan, penyakit
atau proses penuaan secara alami. Kehilangan gigi dapat berpengaruh pada senyum
dan rasa percaya diri seseorang. Penderita kehilangan gigi memiliki banyak pilihan
sebelum memperoleh perawatan, karena bidang prostetik sudah maju.
Gigi tiruan adalah suatu alat yang berfungsi untuk
menggantikan sebagian atau seluruh gigi asli yang hilang dan digunakan pada
rahang atas maupun rahang bawah. Meskipun kemajuan dalam bidang estetika
kedokteran gigi sangat pesat, namun fungsi dari gigitiruan itu sendiri didukung
oleh kondisi fisik seseorang. Tanpa adanya gigi yang mendukung rahang dan
gingiva, kulit dapat tampak kendur, dan dapat mengakibatkan penurunan kemampuan
seseorang untuk makan dan berbicara. Komplikasi-komplikasi tersebut dapat
mempengaruhi kualitas hidup dan kebahagiaan seseorang.
Gigi tiruan harus dibuat mirip dengan gigi asli yang masih ada, sehingga tidak terlihat perubahan yang nyata pada penampilan wajah dan senyum pasien. Gigi tiruan juga dapat membuat seseorang merasa nyaman pada saat memakan makanan tertentu dan dapat mengurangi rasa malu akibat kehilangan gigi. (Cary, 2012)
Gigi tiruan harus dibuat mirip dengan gigi asli yang masih ada, sehingga tidak terlihat perubahan yang nyata pada penampilan wajah dan senyum pasien. Gigi tiruan juga dapat membuat seseorang merasa nyaman pada saat memakan makanan tertentu dan dapat mengurangi rasa malu akibat kehilangan gigi. (Cary, 2012)
Untuk mengatasi hal ini ada beberapa pilihan perawatan antara
lain dapat dibuatkan gigi tiruan jembatan, implan, atau gigi tiruan sebagian
lepasan. Pada beberapa kasus yang tidak memungkinkan dibuatkan gigi tiruan
jembatan dan implan, maka gigi tiruan sebagian lepasan merupakan pilihan
terbaik. Ada 3 jenis gigi tiruan sebagian lepasan yang dapat dibedakan menurut
bahan basis gigi tiruannya yang pertama adalah gigi tiruan kerangka logam, yang
kedua adalah akrilik dan jenis ketiga adalah gigi tiruan dengan bahan nilon
termoplastik yang sering disebut dengan Flexi atau Valplast.
(Woranggian, 2010)
Pengenalan resin akrilik dalam kedokteran gigi merupakan sebuah revolusi. Bahan ini disentetis dari bahan yang dapat dibentuk, packing, dan injeksi ke dalam mold selama fase plastik awal yang akan berubah menjadi fase yang lebih padat oleh reaksi kimia (polimerisasi). Resin akrilik lebih dikenal dengan nama polimethylmetacrylate atau PMMA. Polimerisasi panas pada PMMA menghasilkan porositas yang tinggi, absorbsi air yang tinggi, perubahan volume, dan sisa monomer. (Bortuo, 2006)
Pengenalan resin akrilik dalam kedokteran gigi merupakan sebuah revolusi. Bahan ini disentetis dari bahan yang dapat dibentuk, packing, dan injeksi ke dalam mold selama fase plastik awal yang akan berubah menjadi fase yang lebih padat oleh reaksi kimia (polimerisasi). Resin akrilik lebih dikenal dengan nama polimethylmetacrylate atau PMMA. Polimerisasi panas pada PMMA menghasilkan porositas yang tinggi, absorbsi air yang tinggi, perubahan volume, dan sisa monomer. (Bortuo, 2006)
Selama
beberapa tahun, dokter gigi kembali ke teknik tradisional gigi tiruan sebagian
lepasan logam untuk memenuhi kebutuhan pasien dengan edentulous sebagian.
Namun gigi tiruan logam ini sering rapuh dan kaku, menyebabkan iritasi jaringan,
memiliki insiden patah yang lebih tinggi, memiliki dukungan logam dan clasps
yang buruk.(Levin, 2002) Berbagai pilihan perawatan dianjurkan dalam
literatur untuk menangani kondisi-kondisi tersebut. Dengan kemajuan terbaru
dalam hal bahan, gigi tiruan fleksibel memberikan pilihan yang layak untuk
merawat berbagai kondisi edentulous. (Prasthanti, 2010)
Sejak
diperkenalkan pada tahun 1950-an, valplast telah memuaskan dokter gigi
dan pasien, karena lebih estetik, sangat fungsional, dan alternatif terbaik
untuk teknik tradisional casting logam pada kasus gigitiruan sebagian
lepasan. (Ditolla, 2004)
1.2. RUMUSAN MASALAH
1. Bagaimana perkembangan gigi tiruan fleksibel?
2. Apa yang dimaksud dengan valplast?
3. Apa saja komposisi dari valplast?
4. Bagaimana sifat dari valplast?
5. Apa saja keuntungan dan kerugian dari valplast?
6. Bagaimana indikasi dan kontraindikasi valplast?
7. Bagaimana teknik dalam mencetak gigi tiruan?
8. Bagaimana desain valplast
dalam gigi tiruan?
9. Bagaimana proses insersi valplast?
10. Jelaskan aplikasi khusus valplast!
1.3. TUJUAN PENULISAN
Adapun tujuan dari penulisan blog ini adalah :
1. Untuk mengetahui penggunaan valplast dalam bidang
kedokteran gigi.
2. Untuk mengetahui komposisi dan sifat dari valplast
3. Untuk mengetahui indikasi dan kontraindikasi penggunaan valplast
dalam bidang kedokteran gigi.
4. Untuk mengetahui keuntungan dan kerugian penggunaan valplast
dalam bidang kedokteran gigi.
5. Untuk mengetahui aplikasi khusus dari valplast dalam
bidang kedokteran gigi.
BAB
II. PEMBAHASAN
2.1.
PERKEMBANGAN GIGI TIRUAN FLEKSIBEL
Gigi tiruan sebagian lepasan fleksibel adalah gigitiruan
sebagian lepasan yang terbuat dari bahan yang fleksibel dan beradaptasi dengan
jaringan secara baik.7 Pada tahun 1950 diperkenalkan bahan termoplastik untuk
gigitiruan yang terdiri dari poliamida dengan tingkatan yang berbeda (plastik
nilon). Sistem injeksi cepat pada tahun 1962 memperkenalkan bahan flexite termoplastik
yang merupakan flouropolymer (menyerupai teflon). Resin berbahan
dasar nilon yang diperkenalkan selanjutnya adalah valplast, sebuah resin
termoplastik semi-transparan yang fleksibel. Jika bahan tidak cukup kuat untuk
dudukan rest tulang gigi konvensional, fleksibilitas ditambahkan agar
pasien nyaman memakai piranti tersebut. Asetal diusulkan pada tahun 1971
sebagai bahan resin termoplastik yang tidak pecah. (Prashanti, 2010)
Selama periode ini sistem injeksi cepat mengembangkan clasp gigi berwarna pertama dengan termoplastik flouropolymer. Pada tahun 1992 diperkenalkan clasp gigi berwarna yang terbuat dari nilon. Baru-baru ini “Sistem Resin Fleksibel” (sistem FRS) diperkenalkan dan banyak digunakan karena memiliki daya tahan yang sangat baik. Saat ini bahan nilon termoplastik baru seperti asetal, akrilik, dan bahan polikarbonat menjadi temuan baru dalam aplikasi kedokteran gigi. Berbagai bahan gigi tiruan fleksibel berbasis nilon tersedia secara komersial banyak digunakan saat ini.
Selama periode ini sistem injeksi cepat mengembangkan clasp gigi berwarna pertama dengan termoplastik flouropolymer. Pada tahun 1992 diperkenalkan clasp gigi berwarna yang terbuat dari nilon. Baru-baru ini “Sistem Resin Fleksibel” (sistem FRS) diperkenalkan dan banyak digunakan karena memiliki daya tahan yang sangat baik. Saat ini bahan nilon termoplastik baru seperti asetal, akrilik, dan bahan polikarbonat menjadi temuan baru dalam aplikasi kedokteran gigi. Berbagai bahan gigi tiruan fleksibel berbasis nilon tersedia secara komersial banyak digunakan saat ini.
Walaupun beberapa orang dapat menggunakan gigi tiruan tanpa
satupun masalah, kebanyakan pengguna gigi tiruan merasa kurang nyaman. Karena
lapisan keras akrilik yang memegang gigi palsu membuat kontak dengan gusi,
mengunyah dapat membuat banyak pengguna gigitiruan merasakan sakit. Bahkan
bagian depan dan belakang yang tipis dapat menyebabkan masalah gusi yang
serius. Perubahan kondisi mulut dapat membuat gigitiruan tidak pas dari waktu
ke waktu dan meningkatkan ketidaknyamanan. Bersamaan dengan bertambahnya umur,
jaringan gusi mengkerut bersama dengan tulang rahang. Jaringan keras tidak
menyesuaikan diri dengan bentuk baru, sehingga makin lamanya waktu pengguna
gigitiruan menggunakan beberapa bentuk gigitiruan adesif untuk meningkatkan
stabilitas. (Sands, 2011)
Sementara
restorasi tersebut mengganti gigi yang hilang, gigitiruan tersebut memiliki
kawat logam yang dapat terlihat ketika tersenyum. Logam yang tampak memperburuk
dan tidak memperlihatkan senyum indah yang alami. (Addam, 2007) Untuk
meningkatkan kepuasan dokter gigi dan pasien akan estetik gigitiruan pada kasus
dimana gigitiruan cekat dan implan tidak menjadi pilihan, gigi tiruan fleksibel
berbahan dasar resin menjadi pilihan ideal untuk gigitiruan sebagian lepasan
atau restorasi unilateral.
Valplast telah
memuaskan dokter gigi dan pasien, karena lebih estetik, sangat fungsional, dan
alternatif terbaik untuk teknik tradisional casting logam pada kasus
gigitiruan sebagian lepasan.
2.2. PENGENALAN VALPLAST
2.2.1. Pengertian Valplast
Valplast merupakan suatu basis gigi tiruan resin fleksibel
yang ideal untuk gigitiruan sebagian lepasan. Resin tersebut merupakan bahan
nilon termoplastik biokompatibel dengan sifat fisik dan estetik yang unik. Valplast
memungkinkan warna alami dari jaringan mulut tampak melalui bahan tersebut,
yang disesuaikan dengan kategori warna dasar, misalnya medium, light pink atau
meharry. (Levin, 2002)
Valplast adalah
nilon termoplastik yang lebih tipis dan lebih translusen dari pada gigi palsu
biasa. Pasien lebih menyukai karena nyaman dan bebas metal/logam. Valplast fleksibel
yang tetap kuat tidak bisa patah. Valplast sangat baik dalam estetika,
tidak menggunakan kawat retensi tetapi perlekatan dalam rongga mulut sangat
baik. Valplast sebaiknya tidak digunakan pada free end unilateral atau
bilateral karena akan tidak stabil. Pasien dengan kondisi oral
hygiene yang buruk akan menyebabkan valplast menjadi berubah warna
pada plat. (Thoriq, 2011)
2.2.2 Komposisi Valplast
Valplast merupakan gigitiruan fleksibel berbahan dasar
resin yang ideal untuk gigitiruan sebagian lepasan. Resinnya merupakan nilon
termoplastik yang biokompatibel dengan bentuk yang unik dan estetis. (Avenue,
2008) Resin berbahan dasar nilon (polyamide) atau yang biasa dikenal
dengan valplast adalah sebuah resin termoplastik semi-transparan yang fleksibel.
(Prashanti, 2010)
Nilon adalah nama generik untuk beberapa tipe polimer
termoplastik yang masuk ke dalam kelas yang dikenal sebagai poliamid. Bahan ini
merupakan famili dari polimer kondensasi yang berasal dari reaksi diacid dengan
diamine. Nilon ini menghasilkan variasi poliamid dengan sifat
fisik dan mekanik yang tergantung pada kelompok ikatan antara kelompok acid dengan
kelompok amine. (Wurangian, 2010)
Dari awal perkembangannya, nilon
merupakan bahan serbaguna dengan banyak karakteristik yang membuatnya sesuai
untuk aplikasi yang luas. Perkembangan nilon sebagai rekayasa plastik
berlangsung hampir empat dekade, tapi masih tetap ada tuntutan perkembangan
dari nilon. Modifikasi resin berbahan dasar nilon terdiri dari cincin benzana
pada cincin utamanya.
Penggunaan nilon dental pertama kali tidak sukses karena
penyerapan air yang berlebihan, sehingga menyebabkan pemuaian yang berlebihan.
Penyerapan air yang lebih rendah pada nilon glass reinforced telah
menghasilkan produksi yang lebih dapat diharapkan. Nilon ini terutama diisi
dengan cotton glass beads atau chopped glass fibers. (Wurangian,
2010)
Nilon merupakan famili polimer kondensasi yang
dihasilkan dari reaksi diacid dengan diamine. Untuk memberikan
variasi poliamid yang memiliki sifat fisik dan mekanik yang bergantung pada
hubungan antara kelompok acid dan amine. Pada awal penggunaannya
dalam bidang kedokteran gigi tidak begitu sukses karena absorbsi air yang
tinggi. Berdasarkan jenis air yang dipilih, yang menyebabkan perubahan bentuk
dan biodegradasi. (O’Brien, 2002)
2.2.3 Sifat Valplast
Biokompatibel nilon dan resin termoplastik dari valplast memberikan
tingkat fleksibilitas yang ideal dan stabilitas ketika diproses dan
diselesaikan sesuai dengan ketebalan yang disarankan. Sebagai tambahan, warna,
bentuk, dan desain dari bagian valplast menyatu dan tampak sama dengan
keadaan jaringan gingival sesungguhnya, membuat gigitiruan hampir tidak tampak.
Clasps yang kuat mengait dengan kuat dan nyaman pada daerah sekitar gigi
asli dan gingival. Resin valplast tidak membutuhkan clasps logam,
sehingga menghilangkan gangguan metal yang selalu dikomplain oleh pasien.
(Ditolla, 2011)
Bahan ini tidak mempunyai clasps logam dan bersifat
ringan. Bahannya bersifat tembus pandang, sehingga gusi pasien terlihat
jelas, menghasilkan penampilan alami, memberikan estetika yang memuaskan. Nilon
basis gigitiruan termoplastik adalah basis gigitiruan yang bebas monomer,
bersifat hypoallergenic sehingga dapat menjadi alternatif yang berguna
bagi pasien yang sensitif terhadap resin akrilik konvensional, nikel atau kobalt.
(Wurangian, 2010)
Valplast tergantung pada retensi mekanik untuk menahan
gigi. Bila tidak ada cukup ruang untuk menempatkan lubang retensi pada gigi,
gigi tersebut dapat tercabut nantinya. Ruang yang terbaik adalah 5 mm atau
lebih dari interoklusal posterior yaitu antara gigi dan ridge yang
berlawanan pada retensi gigi maksila. (Ditolla, 2011)
Valplast diperkenalkan
sebagai sebuah resin termoplastik semi-translusen untuk menghasilkan gigitiruan
tissue-borne sebagian lepasan yang fleksibel. Sementara bahannya tidak
cukup kuat untuk kembali ke teknik awal tooth borne rest seat, fleksibilitas
ditambahkan untuk kenyamanan pasien selama menggunakan alat tersebut.
(Negturiu, 2011)
Nilon memiliki tekanan fisik yang
kuat. Hal ini dapat dengan mudah dimodifikasi untuk meningkatkan kekakuan dan
resistensi penggunaan. Karena keseimbangan kekuatan, duktilitas dan resistensi
panas yang sempurna, nilon menjadi pilihan yang baik untuk menggantikan alat
metal. Walau demikian, dalam kedokteran gigi, karena sifat fleksibilitas, alat
ini digunakan secara primer untuk gigi tiruan tissue-borne yang
fleksibel. Alat ini tidak memiliki kekuatan yang cukup untuk menggunakan oklusal
rest, dan tidak dapat menjaga dimensi vertikal ketika digunakan untuk
kekuatan oklusal secara langsung. (Negturiu, 2011) Nilon termoplastik
yang disebut juga sebagai nylon injection molded, adalah basis
gigitiruan yang ideal untuk gigitiruan sebagian lepasan dan restorasi unilateral.
Termoplastik merupakan bahan yang akan menjadi plastik dibawah tekanan dan
panas, tetapi sangat kuat pada suhu ruangan. (Jhony, 2012)
Nilon termoplastik diinjeksikan
pada temperatur antara 274 hingga 239 derajat celcius dan memiliki gravitasi
spesifik yaitu 1,14, mold shrinkage sekitar 0,014 in/in, tensile
strength 11000 psi dan kekuatan fleksibilitas 16000 psi. Nilon sedikit
sulit untuk disesuaikan dan dihaluskan, tapi resinnya dapat semi-translusen dan
memberikan estetik yang sempurna untuk gigitiruan sebagian lepasan tissue-
borne yang fleksibel. (Negturiu, 2011)
Valplast tidak mudah dipatahkan, berwarna merah jambu
seperti gusi, dapat dibuat sedikit tipis, dan dibentuk tidak hanya oleh basis
gigitiruan, namun clasps-nya pula. Ketika clasps dibentuk untuk
mengelilingi leher gigi, clasps tersebut secara umum tidak dapat
dibedakan dengan gusi yang normalnya mengelilingi gigi. (Negturiu, 2011)
Walaupun gigi tiruan ini tidak bersandar pada gigi asli seperti
beberapa jenis kerangka logam, clasps bersandar pada gusi yang
mengelilingi gigi asli. Jaringan ini, tidak seperti daerah gusi yang berlebih,
stabil dan tidak berubah setiap waktu sehingga menjaga gigitiruan sebagian
lepasan tetap stabil dan tidak berubah seperti beberapa jenis casting logam.
Tipe dari gigitiruan sebagian lepasan ini sangat stabil dan retentif, dan
elastisitas dari clasps plastik yang fleksibel menjaganya tetap seperti
seharusnya. (Negturiu, 2011)
Bentuk unik komposisi nilon
semi-kristalin memberikan kekuatan, fleksibilitas, tranparansi, dampak
resistensi yang tinggi, warna yang stabil, resistensi terhadap creep yang
tinggi, fatigue endurance yang tinggi, karakter penggunaan yang
sempurna, resistensi yang baik, tidak ada porositas, tidak ada bahan biologis
terbentuk atau bau atau stain, rendahnya daya serap air dan dimensi
stabilitas yang baik, monomer dan tanpa logam dan struktur yang mikrokristalin
cukup mudah diselesaikan dan dihaluskan seperti akrilik. (Tando, 2011)
2.3 KEUNTUNGAN DAN
KERUGIAN VALPLAST
2.3.1 Keuntungan Valplast
a. Estetika
Material yang translusen menunjukkan warna jaringan
dibawahnya, sehingga hampir tidak mungkin untuk terdeteksi dalam mulut. Tidak
ada clasp yang terlihat pada permukaan gigi (bila digunakan dalam
membuat clasp), meningkatkan estetik. Tidak ada clasp logam yang
terlihat.
b. Kekuatan
Bahan gigitiruan fleksibel begitu kuat sehingga dapat dibuat
sangat tipis menjadikannya nyaman untuk dipakai dan secara estetik disukai.
c. Akurasi
Sebagai gigitiruan
fleksibel yang dibuat dengan menggunakan teknik injeksi, gigi tiruan tersebut
menunjukkan akurasi yang lebih baik dibandingkan dengan teknik konvensional.
Penanganan undercut basis gigi tiruan fleksibel beradaptasi dengan baik
pada daerah undercut. Jumlah penyesuaian yang diperlukan pada saat
insersi gigi tiruan
sangat sedikit. Hal ini juga mengurangi keluhan
setelah insersi gigitiruan yang dapat menimbulkan trauma (ulserasi).
d.
Biokompatibilitas
Biokompatibilitas
seluruhnya terpenuhi karena bahan tersebut bebas dari monomer dan logam, ini
menjadi prinsip penyebab reaksi alergi pada bahan gigitiruan konvensional.
e. Gigi
tiruan sementara
Gigi tiruan sementara dianjurkan oleh dokter
gigi selama masa penyembuhan. Setelah bedah rekonstruksi rahang atas yang edentulous
baik dengan augmentasi alveolar atau prosedur distrakasi dan
penempatan implan perlu untuk mengakomodasi pasien selama periode antara operasi
dan pembuatan gigitiruan definitif. Dalam masa setelah operasi selama fase
konsolidasi rahang atas yang direkonstruksi, sebuah gigitiruan fleksibel
menawarkan solusi sementara yang memungkinkan pasien untuk melanjutkan
aktifitas hariannya.
Gigi tiruan
yang terbuat dari bahan fleksibel mencegah adanya tekanan yang paling besar dan
dengan demikian, menjaga regenerasi jaringan tulang yang lebih banyak dari pada
gigitiruan resin akrilik yang keras. Pembuatan gigitiruan fleksibel selama fase
konsolidasi tulang yang dicangkokkan dan implan memungkinkan pasien untuk
menjembatani waktu yang dibutuhkan untuk penyatuan tulang yang optimal dari
gigi implan dan pembuatan gigitiruan definitif tanpa membahayakan regenerasi
jaringan tulang.
f.
Pengelolaan fraktur midline
Fraktur
midline gigi tiruan penuh telah dilaporkan sebagai jenis fraktur kedua
yang paling sering terjadi pada gigt iruan. Bahan gigitiruan fleksibel
dilaporkan memiliki keuntungan terapi dalam mengatasi fraktur midline gigi
tiruan.
g.
Kenyaman yang lebih baik untuk pasien
Bentuk
gigitiruan fleksibel merupakan alternatif yang sangat baik untuk gigi tiruan
yang keras. Pasien memperlihatkan kerjasama yang sangat baik karena tidak ada
logam yang terlihat. Bahan menjadi lembut dan kuat dapat dibuat tipis dan
ringan dibandingkan dengan gigi tiruan konvensional. Hal ini mendorong adaptasi
lidah dan pipi yang lebih baik terhadap basis gigi tiruan. Gigitiruan fleksibel
tidak akan menyebabkan sore spots (bintik-bintik merah yang sakit) dan
memiliki tingkat kenyamanan yang lebih baik yang dapat menghasilkan modulus
elastisitas yang rendah. Gigi tiruan ini menyerap sedikit air yang menjadikan
gigitiruan kompatibel terhadap jaringan lunak.
h. Keuntungan lain
Gigi tiruan fleksibel juga dapat digunakan untuk membuat night
guard dan sleep apnea, microstomia, jaringan parut pada mulut
dan wajah akibat penyakit, trauma, atau luka bakar. (Prashanti, 2010)
2.3.2 Kerugian Valplast
a. Distribusi tekanan
Aplikasi gigitiruan fleksibel pada kondisi Kennedy kelas I dan
II tidak diindikasikan karena daerah gigitiruan fleksibel analog dengan
konektor utama cetakan gigitiruan juga fleksibel. Oleh karena itu sebenarnya
tidak ada cara untuk mengontrol dan memahami cara tekanan ditransmisikan pada
gigitiruan fleksibel.
b. Perubahan warna
Gigi tiruan fleksibel dilaporkan mengalami pemudaran warna
basis gigitiruan secara bertahap selama 12-24 bulan. Penelitian dan perbaikan
selanjutnya dalam hal bahan dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini.
c. Terlepasnya gigi
Kelemahan utama lainnya yang terlihat adalah terlepasnya gigi
dari basis gigitiruan. Bahan dasar poliamida pada gigi tiruan memiliki sifat
unik yang tidak memiliki ikatan kimia dengan salah satu resin akrilik/porselin,
sehingga ikatan mekanik merupakan satu-satunya bentuk yang digunakan pada bahan
dasar gigi tiruan poliamida. Tinggi yang cukup pada gigi yang dipilih
diperlukan untuk ikatan mekanik. Undercut mekanik (diatorik) harus
dilakukan dibagian tengah masing-masing gigi sehingga cairan poliamida dapat
mengalir kedalam undercut sehingga menjadi penahan gigi dalam gigi tiruan.
d. Ruang antar rahang yang memadai
Pasien dengan dimensi vertikal yang kurang dan panjang mahkota
yang kecil tidak sesuai untuk kasus gigitiruan fleksibel. Modifikasi dalam
desain gigi dapat dilakukan untuk mengatasi masalah ini.
e. Perbaikan ulang dan relining
Masalah lain yang dihadapi dengan bahan ini adalah tidak ada
perbaikan ulang atau relining yang mungkin untuk dilakukan.
f. Gigi tiruan definitif
Gigi tiruan fleksibel umumnya tidak digunakan untuk restorasi
jangka panjang dan dimaksudkan hanya untuk aplikasi sementara atau temporer.
(Prashanti, 2010)
2.4 INDIKASI DAN
KONTRAINDIKASI VALPLAST
2.4.1 Indikasi Valplast
Beberapa indikasi valplast yaitu: gigi tiruan penuh,
gigitiruan sebagian lepasan dan basis dan reline, pada kasus dengan undercut
bilateral yang tidak bisa dihilangkan ketika bedah preprostetik menjadi
kontraindikasi. (Tando, 2011)
Dalam referensi lain dikatakan bahwa valplast dapat
digunakan kapan saja dan dimana saja saat kerangka logam diindikasikan. Tapi
secara khusus, alat ini dapat digunakan ketika :
1. Restorasi cekat yang terlalu mahal bagi pasien.
2. Pasien tidak mau melakukan prosedur yang berbahaya.
3. Pasien sangat memperhatikan estetik.
4. Pasien tidak suka kembali untuk perawatan rutin.
5. Pasien berada pada situasi beresiko tinggi seperti pasien
psikiatrik, dan lain-lain.
6. Untuk splint Temporo Mandibular Joint (TMJ) jika
digunakan dalam bentuk tidak diberi pigmen. (Wirangian, 2010)
7. Dapat digunakan pada veneer kosmetik untuk menutupi
resesi gingival. (Wirangian, 2010)
8. Indikasi lainnya adalah bila pasien alergi terhadap
akrilik.
9. Material yang ideal untuk gigitiruan lepasan pada kasus
pasien rentan terhadap patahnya gigitiruan. (Wirangian, 2010)
10. Valplast dapat digunakan bilamana anda
mempertimbangkan gigi tiruan sebagian lepasan.
Menurut Keller terdapat tiga pilihan dasar jika memilih valplast
:
a. Gigi tiruan sebagian valplast tanpa metal
Tanpa logam, gigitiruan sebagian fleksibel valplast memberikan
banyak kegunaan dan estetik pada gigitiruan sebagian lepasan rahang atas.
Pasien yang pernah menggunakan gigitiruan sebagian logam konvensional dan
sekarang menggunakan valplast melaporkan bahwa valplast lebih
terasa alami di dalam mulut karena ketipisannya dan sifat bahan yang ringan.
Tambahan lagi, pasien melaporkan valplast menyebabkan mereka lebih
percaya diri jika makan, tersenyum dan berada di depan publik karena retensi
yang sangat baik disain clasps yang tipis. (Wirangian, 2010)
b. Kombinasi vitalium 2000 dan valplast gigi
tiruan sebagian logam.
Gigi tiruan valplast juga dapat digunakan dengan vitalium
2000 cast logam framework agar estetik terlihat lebih alami
dan meningkatkan stabilitas, karena rest oklusal dan rest lingual terbuat
dari logam.
Valplast yang dikombinasikan dengan kerangka logam dan
berbahan plastik pada clasps-nya dapat meningkatkan kekuatan dan
dukungan yang lebih. Clasps yang terbuat dari bahan nilon termoplastik
ini tampak alami, sehingga mendukung faktor estetik.
Valplast
dapat
juga digunakan dalam kombinasi kerangka logam sebagai gigitiruan gabungan
dengan pengait dan saddle terbuat dari valplast dan konektor
utama dan sandaran dari logam sebagai kerangka logam konvensional sehingga
diperoleh keuntungan estetik dari valplast pada daerah pengait sementara
tetap berprinsip pada semua prinsip logam parsial. (Wirangian, 2010)
c.
Gigi tiruan sebagian valplast unilateral dengan atau tanpa logam.
(Ditolla, 2004)
Restorasi valplast unilateral dengan desain clasps yang
tipis memberikan retensi maksimal, stabilitas dan estetik.
a. Valplast Nesbit : Ideal untuk penggantian satu gigi posterior.
b. Valplast Flipper : Ideal untuk penggantian satu gigi
anterior. (Wirangian, 2010)
2.4.2 Kontraindikasi Valplast
Beberapa kontraindikasi penggunaan valplast :
Beberapa kontraindikasi penggunaan valplast :
1. Pasien dengan kondisi oral hygiene yang buruk.
2. Gigi yang mengalami kelainan jaringan periodontal (goyang).
3. Kurangnya abutment (pada kasus free end denture).
(Setyawan, 2011)
Selain itu, ada beberapa kontraindikasi khusus yang lebih baik
dirawat dengan cara lama gigi tiruan sebagian logam. Sebagai contoh: (Ditolla,
2004)
1. Bila ada kurang dari 4 mm (valplast seluruhnya) atau
6 mm (vitalium/valplast) dari ruang interoklusal pada daerah posterior.
2. Bila memiliki bilateral free-end dengan perluasan ke
distal dan ridge knife edge atau torus lingual pada mandibula.
3. Bila memiliki bilateral free-end dengan perluasan ke
distal rahang atas dengan atrofi parah dari ridge alveolar.
4. Kasus deep overbite (4 mm atau lebih) dengan kondisi
gigi anterior dapat jatuh akibat gerakan yang kuat.
2.5 TEKNIK MENCETAK
Valplast memanfaatkan jaringan yang disebut retento-grip
sebagai retensinya. Tidak diperlukan preparasi pada gigi maupun jaringan
mulut. Terkadang diperlukan tambalan komposit untuk memperbaiki bentuk gigi
asli agar penepatan clasps lebih ideal untuk menciptakan bidang paralel
agar lebih memudahkan proses insersi dan mudah pula dilepas oleh pemakaiannya.
Salah
satu aspek alternatif dari gigitiruan sebagian valplast adalah
gigitiruan ini dapat dibentuk dari dua cetakan yang baik atau model, hubungan
gigitan yang akurat, dan bentuk yang diharapkan. Cetakan alginate yang
baik adalah bahan yang ideal untuk kasus gigitiruan sebagian lepasan dan penuh.
Hydrocolloid irreversible masih menjadi bahan terbaik untuk mendapatkan
cetakan jaringan yang lembab akibat sifat hidrofilik (tertarik pada air)
dari bahan. Cetakan polivinil siloxane dan polyeter juga dapat
diterima sebagai cetakan valplast. Karena dengan hampir semua teknik
mencetak, penggunaan custom tray sangat direkomendasikan. (Ditolla,
2004)
2.6 PROSEDUR PEMBUATAN VALPLAST DI LABORATORIUM
2.6 PROSEDUR PEMBUATAN VALPLAST DI LABORATORIUM
Untuk membuatnya di laboratorium, hanya diperlukan ketelitian
dalam pembuatan model dari cetakan alginate, serta model antagonisnya.
Di laboratorium, valplast akan didesain pada model utama. Dengan model
utama yang akurat, teknisi dapat fokus pada survey dan desain yang ideal. Tempatkan semua bentuk yang dibutuhkan dan diblok pada malam. Kemudian model
dan malam akan diduplikasi untuk penyempurnaan pada model duplikasi. Setelah
penanaman dan pembersihan, gigi akan siap untuk retensi mekanis. Resin valplast
akan dimasukkan kedalam flask yang tertutup. Setelah dilakukan deflasking,
gigitiruan selesai dan dicocokkan dengan model utama, dihaluskan, dibungkus
dalam air untuk dikirimkan ke dokter gigi. (Simpson, 2008)
2.7 DISAIN VALPLAST
2.7.1 Disain Clasps
Valplast pada Kasus Kehilangan Gigi Sebagian.
Mula-mula dibuat model diagnostik, juga model antagonis dalam
kaitannya dengan pertimbangan disain. Kemudian dilakukan survey gigi pada model
gigi. Pada pembuatan valplast diperlukan survey zone bukan survey
lines, karena survey zone dipakai untuk menghasilkan stabilitas
dan retensi. Survey zone disebut juga circumferential guide plane.
a. Disain Clasps standar atau Clasps Utama
Seringkali disain
terlalu besar dan bulky, persiapan gigi untuk meningkatkan contact
zone penting untuk menambah retensi dan stabilitasasi. Untuk ini tidak
perlu menutup sejumlah besar struktur gigi, beberapa millimeter kontak gigi dan
beberapa millimeter kontak jaringan semua diperlukan untuk retensi dan
stabilitas.
b. Clasps Circumferentia
c. Clasps Continuous Circumferential
Bila
clasps circumferential melebatkan semua permukaan beberapa gigi yang ada
disebut clasps continuous circumferentia
d. Clasps Kombinasi
Merupakan kombinasi dari clasps
circumferential dan clasps conventional. Clasps kombinasi ini
komponennya melalui occlusal table, bertindak sebagai rest-seat dan
meskipun hal itu mungkin atau tidak dapat mentransfer beban aksial ke akar
gigi, tentunya pasti memberikan stabilitas dan kekuatan pada gigitiruan
sebagian lepasan fleksibel dengan menghubungkan komponen palatal (lingual)
ke buccal. Hal ini dapat dilakukan dengan mempersiapkan slot,
jika oklusi atau restorasi tidak mengizinkan, atau melalui cara melebarkan
ruang embrasure yang dapat diperbesar dengan bur diamond. Valplast
tidak harus tebal dan besar, karena itu diperkuat dengan komponen yang
menghubungkan palatal atau lingual dengan buccal.
(Wirangian, 2010)
Jenis clasps valplast yang lain adalah :
a. Clasps Wrap-around : clasps lengan bukal/labial
yang dibuat pada gigi penjangkaran sebelah gigi yang hilang
b. Clasps Spurs : bentuknya segitiga mengikuti papilla
interdental
c. Clasps Anchor atau Finger : bentuk clasps diperpanjang
sampai dua
d. Clasps Splint Wrap-around : clasps digunakan
pada kondisi gigi penjangkaran dengan undercut yang besar.
2.7.2 Disain Clasps yang harus dihindari.
a. Clasps Reach Around
Merupakan disain clasps yang harus dihindari, karena untuk mendapatkan kekuatan yang memadai harus diukir dengan wax yang tebal dan sebagai hasilnya menjadi besar dan tidak nyaman
b. Clasps Separated.
Clasps ini merupakan pemborosan kekuatan dan retensi, dimana dental teknisi masih berpikir clasps terbuat dari logam dan harus terpisah.
Disain terburuk adalah 2 clasps pada gigi dimana kait yang akan terbuka, tidak memberikan kekuatan atau retensi. Disebabkan karena secara fisik akan memaksa kait menjauh dari permukaan gigi ketika dipasang. (Wirangian, 2010)
Merupakan disain clasps yang harus dihindari, karena untuk mendapatkan kekuatan yang memadai harus diukir dengan wax yang tebal dan sebagai hasilnya menjadi besar dan tidak nyaman
b. Clasps Separated.
Clasps ini merupakan pemborosan kekuatan dan retensi, dimana dental teknisi masih berpikir clasps terbuat dari logam dan harus terpisah.
Disain terburuk adalah 2 clasps pada gigi dimana kait yang akan terbuka, tidak memberikan kekuatan atau retensi. Disebabkan karena secara fisik akan memaksa kait menjauh dari permukaan gigi ketika dipasang. (Wirangian, 2010)
2.8
PROSES INSERSI VALPLAST
Sediakan air panas dalam gelas, sebelum insersi rendamlah valplast
beberapa menit, kemudian angkat valplast dari gelas dan kibas
kibaskan valplast sampai tercipta suhu kamar pada bodi valplast.
Hal ini akan menambah adaptasi valplast terhadap mukosa
pasien, menambah kenyamanan dalam insersinya dan lebih mudah dipasang bagi
pengguna valplast ini untuk pertama kalinya. (Setyawan, 2011)
Bila dibutuhkan pengurangan pada gigitiruan akibat timbulnya
iritasi yang menetap, resin valplast harus ditangani dengan cara yang
berbeda dengan resin akrilik. Disarankan menggunakan roda gerinda yang halus
atau bur baja yang sejajar dengan pengurangan secara keseluruhan. Resin valplast
akan meleleh apabila terlalu lama berkontak dengan bur atau roda gerinda.
Relif-relif minor dapat dibuat dengan menggunakan rubber
wheel atau bur vulkanit. Jika masih ada bagian yang kasar, maka dapat
diambil dengan menggunakan pisau yang tajam. Permukaan yang kasar dapat
dihaluskan dengan rubber wheel cokelat.
Jika dibutuhkan, permukaan gigitiruan dapat dipoles kembali,
misalnya dengan menggunakan pumis yang kasar, Tripoli cokelat,
dan val-shine polishing compound setelah menggunakan instrument karet.
Karena valplast merupakan bahan termoplastik, maka
gigitiruan dapat direndam dalam air panas selama beberapa menit sebelum
diinsersikan ke dalam mulut pasien. Hal ini memungkinkan bahan valplast untuk
menyesuaikan dengan bentuk anatomi spesifik dari pasien. Apabila gigitiruan valplast
sudah dingin, maka gigitiruan tersebut akan mengeras kembali dalam bentuk
yang baru. (Summa, 2011)
2.9 APLIKASI KHUSUS VALPLAST
Valplast atau disebut juga dengan flexible denture adalah
nilon termoplastik yang lebih tipis dan lebih transclusen dibanding gigitiruan
biasa. Pasien lebih menyukai karena nyaman dan bebas metal atau logam. Valplast
fleksibel kuat dan tidak bisa patah. Kecuali dalam beberapa kasus terdapat
kelemahan pada hubungan interjunction antara plat dengan anasir
gigitiruannya. Tetapi insiden patahnya plat valplast hampir tidak pernah
dijumpai. Valplast sangat baik dalam estetika, tidak menggunkaan kawat
retensi tetapi perlekatan dalam rongga mulut sangat baik sekali. (Kaplan, 2012)
Valplast dapat digunakan secara efektif pada
aplikasi-aplikasi khusus sebagai berikut :
a. Splint TMJ dalam warna transparan. (Summa, 2011)
b. Space maintainer. (Dennis, 2009)
c. Dapat dikombinasikan dengan kerangka logam untuk
mendapatkan keuntungan estetik, dengan menggantikan clasps logam. (Summa,
2011)
2.9.1 Splint TMJ
Kelainan TMJ merupakan masalah yang berhubungan dengan sendi
rahang. Karena beberapa jenis kelainan pada sendi rahang dapat menimbulkan
masalah yang serius, maka deteksi dan perawatan sejak dini sangat diperlukan.
Kelainan
pada sendi rahang dapat diakibatkan oleh berbagai sebab antara lain ketegangan
pada otot-otot rahang dan tekanan pada sendi rahang, atau dapat pula terjadi
kerusakan pada sendi rahang yang disebabkan oleh cedera atau penyakit. Apapun
penyebabnya akan mengakibatkan posisi gigitan berubah, rasa sakit, bunyi “klik”
pada saat membuka mulut. Splint dibuat sesuai dengan model gigi pasien,
agar nyaman dipakai dan tidak menutupi bagian depan gigi, agar tidak terlalu
kelihatan. Splint sebaiknya dipakai selama 3-12 bulan atau lebih. Selama
pemakaian, splint akan disesuaikan dengan perubahan posisi rahang.
(Andre, 2008) Tujuan utama adalah menghilangkan rasa sakit dan spasme otot,
kemudian mengembalikan posisi diskus artikularis yang telah mengalami
dislokasi dalam hubungannya dengan sendi rahang ke posisi anatomi normalnya.
Seringkali digunakan semacam alat yang biasa disebut orthotic atau splint
pada gigi rahang bawah hingga sendi rahang stabil. Pada tahap awal
perawatan biasanya digunakan berbagai tipe splint yang nyaman dipakai.
Tahap selanjutnya, posisi gigitan akan
distabilkan, sehingga gigi geligi, otot-otot mastikasi, dan sendi-sendi dapat
bekerja dengan baik. Tujuan utama dari koreksi gigitan yaitu agar fungsi sendi
rahang optimal dan terjaga kesehatannya. Beberapa tipe splint plastic transparan
dapat digunakan dalam merawat sindroma sendi rahang. Splint yang
digunakan dengan tujuan reposisi, digunakan selama 24 jam sehari untuk
mengembalikan posisi sendi rahang ke posisi normalnya, dan memungkinkan
terjadinya penyembuhan pada sendi rahang, sedangkan splint yang
digunakan dengan tujuan stabilisasi, juga digunakan selama 24 jam sehari,
memberi efek relaksasi pada otot-otot disekitar sendi rahang dan menstabilkan
gigi yang mengalami pergerakan yang menyimpang, serta mengembalikan posisi
gigitan yang mengalami perubahan akibat masalah pada sendi rahang. Splint dapat
bekerja efektif hanya selama alat tersebut dipakai.
Splint
dibuat sesuai dengan model gigi pasien, agar nyaman dipakai dan
tidak menutupi bagian depan gigi, agar tidak terlalu kelihatan. Splint sebaiknya
dipakai selama 3-12 bulan atau lebih. Selama pemakaian, splint akan
disesuaikan dengan perubahan posisi rahang. (Andre, 2008)
Cara
pembuatan splint tidak selalu sama bagi tiap dokter gigi, oleh karenya
itu perawatan pada sendi rahang dilakukan dengan cara yang berbeda-beda. Dalam
hal ini, posisi gigitan harus sudah benar agar sendi rahang dapat berada pada
posisi yang baik, dan diharapkan dapat menghilangkan gejala-gejala kelainan
pada sendi rahang.
Splint untuk sendi rahang yang ideal dapat digunakan
untuk mengembalikan posisi gigitan ke posisi yang tepat secara permanen.
Terlebih dahulu, harus dipastikan posisi gigitan pasien, yaitu posisi gigitan
harus sudah benar. Bila posisi gigitan sudahbenar, rasa sakit akan hilang, dan
pasien akan merasa nyaman dengan splint tersebut. (Fillan, 2012)
Dokter
gigi seringkali menggunakan splint dengan tujuan untuk mencegah
kebiasaan bruxism, stabilisasi gigi yang goyang, menyebabkan tekanan
untuk mengurangi trauma dalam proses penyembuhan jaringan periodontal, dan
perawatan pada kelainan-kelainan pada sendi rahang.
Talon
splint memiliki keuntungan-keuntungan yang dimiliki oleh
kedua jenis splint, yaitu hard splint dan soft splint,
dengan menghilangkan kekurangan yang dimiliki oleh keduanya. Bagian-bagian dari
talon splint menutupi permukaan bukal, labial dan lingual, dan terbuat
dari polimer termoplastik. Meskipun talon splint terbuat dari bahan
termoplastik, namun cukup fleksibel. Permukaan oklusalnya dari akrilik yang
berikatan secara kimia dengan bahan termoplastik. (Mark, 2012)
2.9.2 Space Maintainer
Pada perkembangan oklusi dari periode gigi sulung ke periode
gigi permanen atau biasa disebut periode gigi bercampur, idealnya akan terjadi
perubahan-perubahan secara bertahap. Perubahan-perubahan tersebut mengarah
kepada oklusi yang lebih fungsional, estetik dan stabil. Namun, bila terjadi
gangguan pada proses tersebut, status oklusal pada periode gigi permanen akan
ikut mengalami gangguan. Bila gangguan tersebut terjadi, dibutuhkan perawatan
yang disertai dengan pengukuran untuk mengembalikan proses perkembangan oklusi
menjadi normal kembali. Prosedur perawatan tersebut mencakup penggunaan
beberapa tipe space maintainer pasif, alat-alat penentu gerakan gigi
secara aktif atau kombinasi keduanya, tergantung pada kasusnya.
Dampak kehilangan 1 atau lebih gigi sulung secara prematur
pada pasien dengan umur dan tahap perkembangan gigi yang sama dapat berbeda.
McDonald dan Avety menyatakan “Berdasarkan observasi yang dilakukan pada
sekelompok anak dalam periode waktu yang singkat, diperoleh bermacam-macam
opini yang kontradiktif dengan indikasi pemakaian space maintainer setelah
terjadi kehilangan gigi sulung secara prematur”. Pada beberapa kasus
menunjukkan perkembangan oklusi yang normal atau fungsional. Tetapi pada
umumnya, pasien anak mengalami kehilangan gigi secara prematur yang disertai
maloklusi, menyebabkan perubahan pada oklusi, yang akan menetap untuk seumur
hidup. (McDonald, 1998)
Space maintainer merupakan suatu alat yang menempati
ruang yang ada akibat kehilangan gigi sulung. Alat tersebut dapat terbuat dari
alat logam, plastik, atau bahan resin, dan dibuat secara spesifik sesuai dengan
kondisi rongga mulut tiap anak.
Tidak semua kasus kehilangan gigi secara prematur membutuhkan space
maintainer. Bila gigi yang hilang secara prematur adalah empat gigi depan
atas, ruang yang ada akan terjaga dengan sendirinya sampai gigi permanen
erupsi.
Bentuk space
maintainer tampak seperti retainer atau gigitiruan sebagian lepasan.
Space maintainer juga menggunakan unsur gigitiruan untuk mengisi ruang
yang ingin dipertahankan. Space maintainer lebih efektif untuk anak-anak
remaja. Hal ini karena mereka telah dapat mengikuti instruksi-instruksi yang
diberikan untuk merawat space maintainer tersebut. (Maria, 2007)
Untuk membuat space mentainer lepasan, dilakukan
pencetakan terlebih dahulu pada pasien, kemudian hasilnya dikirim ke
laboratorium dental. Kemudian perkembangan benih gigi permanen siap untuk
erupsi, space maintainer dapat dilepas.
Bila tidak ada benih gigi permanen, space maintainer akan
digunakan sampai pertumbuhan anak sempurna pada umur 16-18 tahun, kemudian
gigitiruan jembatan, gigitiruan sebagian lepasan, atau gigitiruan implan dapat
ditempatkan pada ruang tersebut. (Jhony, 2008)
2.9.3 Kombinasi Valplast
dengan Kerangka Logam Vitalium 2000
Salah satu alternatif penggunaan valplast yaitu
kombinasi antara kerangka logam dengan clasps yang terbuat dari valplast.
Kombinasi tersebut dapat memberikan dukungan yang adekuat, juga terdapat clasps
yang berwarna sama dengan jaringan gingival seperti pada gigitiruan
sebagian valplast. Kesulitan yang timbul akibat iritasi yang rekuren
dapat dihindari dengan penggunaan clasps plastik yang dikombinasi dengan
kerangka logam, sebab kerangka logam dapat menahan tekanan akibat pergerakan clasps,
sekaligus memberi keuntungan estetik karena clasps-nya nyaris tidak
terlihat. (Verma, 2012)
BAB III. PENUTUP
3.1 Simpulan
Adapun simpulan yang dapat dibuat antara lain :
1. Gigitiruan adalah suatu alat yang berfungsi untuk
menggantikan sebagian atau seluruh gigi asli yang hilang dan digunakan pada
rahang atas maupun rahang bawah.
2. Valplast merupakan suatu basis gigitiruan resin fleksibel
yang ideal untuk gigitiruan sebagian lepasan.
3. Valplast adalah resin yang merupakan bahan nilon
termoplastik biokompatibel dengan sifat fisik dan estetik yang unik.
4. Valplast sebaiknya tidak digunakan pada free end
unilateral atau bilateral karena akan tidak stabil.
5. Untuk pasien dengan oral hygiene yang buruk akan
menyebabkan valplast menjadi berubah warna pada plat.
3.2 Saran
1. Bagi dokter gigi, penggunaan gigitiruan sebagian lepasan dengan menggunakan valplast dapat menjadi salah satu alternatif khususnya pada pasien yang mengutamakan estetik, kenyamanan, dan fleksibilitas.
1. Bagi dokter gigi, penggunaan gigitiruan sebagian lepasan dengan menggunakan valplast dapat menjadi salah satu alternatif khususnya pada pasien yang mengutamakan estetik, kenyamanan, dan fleksibilitas.
2. Bagi pengembangan
ilmu pengetahuan penelusuran kepustakaan seputar valplast dapat lebih
dikembangkan.
REFERENSI
1. Cary NC. Affordable
custom dentures partials, complete dentures. [internet]. North Carolina:
Academy of General Dentistry; 2012 [cited 2011 Nov 13]. Available from
http://www.drashleymann.com/dentures.html.
2. Wurangian I.
Aplikasi dan desain valplast pada gigitiruan sebagian lepas. JITEKGI; 2010 Nov;
Jakarta; p. 63-8.
3. Bortun C,
Lakatos S, Sandu L, Negrutiu M, Ardelean L. Metal-free removable partial
dentures made of thermoplastic materials. TMJ [internet] 2006 Feb [cited 2011
Nov 13]; 1(56): about 8 p.]. Available from www.tmj.ro/article.php?art.
4. Levin RP.
Principal of practice profitability. Perspectives valplast. [internet]
2002 [cited 2011 Nov 13]; 1(1): about 8 p.]. Available from https://www.tridentlab.com/pdfs/Perspectives_Valplast.pdf.
5. Prashanti
E,dkk. Flexible Dentures : a flexible option to treat edentulous patients.
Journal of Nepal Dental Association [internet] 2010 [cited 2011 Nov 13];
1(11): about 3 p.]. Available from www.scribd.com/Flexible dentures A fl-exible
option to treat edentulous
6. Ditolla M.
Clinical techniques & procedures. Chairside perspective. Academy of General
Dentistry [internet] 2004 Apr [cited 2011 Nov 14]; 1(5): about 4 p.].
Available from http://www.glidewell-lab.com/pdf/newsletters_clinical/cp-5.1.pdf.
7. Nuning F,
Oktanauli P, Tiagitha W. Gigitiruan sebagian lepasan fleksibel sebagai
alternative perawatan kehilangan gigi (kajian pustaka). JITEKGI; 2011 Nov;
Jakarta; p. 11-4.
8. Sands KB. Soft
dentures and flexible dentures. [internet] [cited 2011 Nov 14]; about 1
p.] .Available from
http://www.doctorspillers.com/soft_dentures_and_flekxible_dentures.htm.
9. Addam B. Valplast durable & esthetic removable partial
denture. [internet]. Valplast International; 2007 [cited 2011 Nov 15];
about 2 p.]. Available from
http://www.glidewelldental.com/downloads/dentist/education/patient/valplastbro.pdf
10. Thoriq M. Gigi palsu / denture yang lentur valplast. [internet].
2009 [cited 2011 Des 3]; about 1 p.]. Available from
http://alatkedokterangigi.com/2009/02/gigi-palsu-denture-yang-lentur
valplast.html
11. Avenue G. Valplast faq. [internet]. Long Island City:
Dental laboratory; 2008 [cited 2011 Des 6] ]; about 2 p.]. Available
from http://www.udelldental.com/pdf/valplast-faq.pdf
12. Negrutiu M, Sinescu C, Romanu M, Pop D, Lakatos S.
Thermoplastic resins for flexible framework removable partial dentures. [internet]
[cited 2011 Nov 15]; about 5 p.]. Available from
http://tmj.ro/article.php?art=833235561124423#abstract
13. Tando R, Gupta S, Agarwai SK. Dentures base materials :
from past to future. Indian Journal of Dental Sciences. [internet]
[cited 2011 Des 3]; 2(2): about 7 p.]. Available from
http://www.scribd.com/dentures_based_materials
14. Setyawan D. Valplast. [internet] [cited 2011 Des
14]; about 2 p.]. Available from
http://drgdondy.blogspot.com/2010/07/valplast.html
15. Simpson J. Technical reference for the dentist. [internet].
2008 [cited 2011 Des 3]; about 2 p.]. Available from
http://oralartsdental.s.amazonaws.com/oadl-docs/get3a9f.pdf
16. Summa, Ashe. Laxmi dental export private limited valplast.
[internet] [cited 2011 Des 4]; about 5 p.]. Available from
http://www.illusiondentallab.com/valplast.htm
.
17. Kaplan P. [internet]. Germany: Flexible removable partial
dentures : design and clasp concepts; 2012 [cited 2010 Nov 13]. Available from.
http://www.dentistrytoday.com/prosthodontics/1746
18. Dennis K. Valplast flexible nylon partial dentures From
dydent Dental. [internet]. 2009 [cited 2011 Des 6]; about 2 p.].
Available from http://www.dyden.com/valplast.htm
19. Andre M. TMJ in cleveland, ohio. [internet]. 2008
[cited 2012 Mei 12]; about 1 p.]. Available from
http://www.wholelifedentist.com/procedures/tmj.html
20. Filan N. TMJ splint. Atlanta Dental Group PC [internet]
[cited 2012 Mei 12]; about 1 p.]. Available from
http://www.atlantadentist.com/tmj_splint.html
21. Mark K. The talont splint. Dental Learning [internet]
[cited 2012 Mei 12]; about 2 p.]. Available from
http://www.dentalproductshopper.com/appliance-therapy-group-talon-splint
22. McDonald RE, Avery DR. Dentistry for the child and
adolescent. 5th ed.
Toronto : The C.V. Mosby Company; 1998. P.721-2
23. Maria R. Give me some space. [internet]. 2007
[cited 2012 Mei 11]; about 2 p]. Available from
http://www.softdental.com/Give_Me_Some_Space.html
24. Jhony K. Why did i need a space maintainer. [internet].
2008 [cited 2012 Mei 14]. Available from http://www.colgat.com/Colgate
25. Verma M. Flexipartials : an alternative approach in
removable prosthodontics. [internet]. India: Dental World; 2012 [cited 2012 Apr
9]. Available from. http://soniavtar.com/dw2000/dw-pdf/dwaugust05.pdf
26. O’Brien, WJ. Dental materials and their selection, 3rd ed.
Canada: Quintessence Publishing Co, Inc ; 2002. p88.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar